TAMPILAN SLIDE DI BLOG INI AKAN TAMPIL LEBIH SEMPURNA BILA MENGAKSES MENGGUNAKAN GOOGLE CHROME

Senin, 07 Mei 2012

ADA HIKMAH DIBALIK ORANG GILA


Orang gila itu pun akhirnya meninggal dunia. Orang yang selama hidupnya sering bikin resah, sering bikin anak2 ketakutan, sering bikin para orang tua khawatir akan keselamatan anak2nya dan yang sering mengusik kenyamanan itu kini telah tiada.

Orang gila itu memang tidaklah asing dimata penduduk desa itu. Karena ia terlahir disana. Ia menderita gangguan jiwa semenjak kecil. Meski menyebabkan rasa takut dan khawatir, tapi sebenarnya dia tidaklah berbahaya. Dia tidak pernah menyerang, dan dia tidak pernah pula menyakiti siapapun.

Kematiannya diusia yang  muda (30 tahun) menjadi buah bibir penduduk desa itu. Bermacam2 respon diperlihatkan. Ada yang merasa kehilangan dan juga ada yang merasa senang karena orang yang salama ini membuat resah kini pergi dan tidak akan pernah kembali.

Sebelum jenazah diberangkatkan, tiba2 ustadz Ridwan, seorang ustadz muda yang sangat disegani datang membelah kerumunan penduduk yang mengerumuni jenazah yang tergeletak tidak berdaya di dalam keranda. Setelah mendekat di dapan keranda sang ustadz muda ini menyampaikan pidato pelepasan jenazah.

“ Bapak2 dan saudara2 yang dirahmati Allah, salah satu saudara kita telah dipanggil keharibaan Allah Subhanahu wata’ala. Telah kita ketahui bersama bahwa selama hidupnya almarhum telah menjadi bagian dari kehidupan kita. Mungkin diantara Bapak2 dan Saudara2 sekalian ada yang merasa tidak nyaman dengan keberadaan beliau, ada yang pernah disakiti oleh beliau dan ada yang pernah dibuat resah oleh beliau.

Tapi meskipun demikian, pada kesempatan ini saya tidak akan memintakan maaf untuk beliau kepada anda semua. Karena sebenarnya ketika beliau berbuat salah, ketika beliau berbuat yang menyakitkan, ketika beliau mengganggu kenyamanan anda dikerenakan kebiasaannya mengetuk pintu rumah anda untuk meminta makanan, baik diwaktu pagi, siang bahkan tengah malam sekalipun, Allah Subhanahu wata’ala tidaklah mencatatnya sebagai perbuatan dosa. Dengan kondisi yang terganggu jiwanya, seberapa jauh dia menyakiti hati anda, tidaklah berdosa dia dihadapan Allah Subhanahu wata’ala. Tapi justru sikap kesal kita yang kita tunjukkan kepada beliau, sikap benci kita, sikap kasar kita, sikap buruk kita, serta penolakan kita ketika beliau minta makanan itulah yang dinilai oleh Allah sebagai perbuatan dosa.

Keberadaan beliau ditengah-tengah kita adalah atas taqdir Allah. Dan setiap kehendak Allah yang diberlakukan tidak ada yang sia2. Semuanya pasti ada maksud dan tujuannya. Dan Allah hendak menguji kita, sejauh manakah keimanan kita mampu melahirkan sikap dan perilaku yang baik. Bahkan terhadap seorang yang terganggu jiwanya sekalipun.

Oleh karenanya dalam kesempatan ini, kita semua yang hadir disini, mari kita bersama-sama memohon maaf kepada beliau atas sikap kita selama ini, dan memohon ampun kepada Allah atas segala kekhilafan kita selama ini, yang tidak bersikap yang semestinya kepada almarhum.

Mari kita bersistighfar dengan penuh penghayatan dan pengharapan datangnya ampunan dari Dzat Yang Maha Pengampun. Smoga istighfar kita diterima oleh Allah Subhanahu wata’ala..aamiin.”

Seusai sang ustadz menyampaikan pidatonya, suasana pun jadi hening. Dari raut  wajah sebagian besar penghantar jenazah menampakkan penyesalan yang begitu mendalam. Mereka menyesal, karena selama ini mereka kurang begitu tanggap dan memperhatikan keberadaan almarhum. Begitu dalamnya penyesalan yang terpendam, sehingga tidak sedikit diantara mereka yang meneteskan air mata.


Shobat, segala ketetapan Allah di dunia ini tidak ada yang sia2, ada maksud dan tujuan dibalik itu semua. Oleh karena itu berupayalah untuk bersikap yang tepat dan benar.
Semoga kita dapat mengambil iktibar dari kisah ini.Assalamu'alaykum..........

1 komentar:

  1. terima ksih memberitahu jalan yang terbaik semoga menjadi ilmu manfaat, amin

    BalasHapus

Silahkan Dengarkan Murattal Al Quran di sini